Sebuah Kisah Klasik di Ujung Mimpi

Senin, 19 November 2018

Dia.
Suatu hari Dia berjalan menyusuri kehidupan yang entah dimana ia tahu itu tempat apa. Dihadang ombak hiasi perjalanannya, ia menyusuri dengan penuh senyuman. Dia tahu ini tempat persinggahan yang asing baginya, tapi tidak untuk hatinya.

"Oh tidak, ini tempat fatamorgana yang sudah kulalui seperti mimpi bulan lalu," ucap dalam hatinya yang terengah-engah.

Ternyata datang sosok pria tinggi yang nampak tepat di depan matanya. Ia menengok ke atas seperti melihat tiang yang menjulang tinggi, dan ternyata pria itu sama seperti apa yang ada di mimpinya. Dia tidak menyangka pria itu muncul dihadapannya dengan spontan. "Apa ini mimpi lagi? Kamu itu sebenarnya siapa? mengapa kamu selalu muncul di kehidupanku," ungkap Dia dengan keras sampai si pria itu melihatnya dengan bingung.

Dan seketika si pria itu menjawab, "aku lah yang akan menjagamu di perjalanan masa depan, menyusuri tapakan lembah yang dingin dan indah ini, InsyaAllah Allah selalu bersamamu juga. Jangan takut," jelasnya dengan senyuman yang menyejukkan kalbu.

Byuuuurrrrrr...

"Assalamu'alaikum nak, bangun. Kamu tertidur di kelas ini lagi. Ingat ini sudah sore, apa kamu tidak pulang? dari tadi tidurmu pulas sekali, jangan-jangan kamu sedang berkhayal bertemu Dude Herlino artis ganteng itu lagi ya" celotehan Office Boy kampus yang sukanya marah-marah setiap kali ketemu dengan membawa gayung.

"Ha ha ha, iya iya pak maaf, janji Dia nggak bakalan ketiduran lagi. Dia kelelahan tadi pak, habis matkul (red: mata kuliah) statistika yang ngitungnya ribet banget ih,” jawab Dia dengan membelek-belekkan matanya.

“Sudah kamu pulang sana, kamu ini anak kos-kos an untung saja Ibumu nggak tinggal sama kamu, mungkin nantinya kamu bakal diomel sama Ibu kosmu ha ha ha,” imbuhnya dengan nada sindiran yang sudah biasa dilontarkan padaku.

Aku bergegas bangun dan menggendong tas coklat kesayanganku.

Selama di perjalanan aku sempat berfikir, “ada apa ya dengan diriku?” ungkapku dalam hati. Jadi dari tadi aku mimpi di alam mimpi, gila sungguh aneh sekali hari ini. Mungkin ini efek semalem ku tidur jam 3 pagi, huh.

“Sudah Dia, kamu perlu istirahat jangan penuhi memorimu dengan hal yang nggak harus kamu fikirkan,” tambahku dalam hati.

Jadi, pria misterius itu sebenarnya siapa ya?

Komentar